Hukum Memakai Tas Dompet Kulit Ular Buaya Menurut Islam

1 tahun yang lalu    

Secara umum kulit binatang dibagi menjadi tiga macam:

 

Pertama, kulit yang suci, baik disamak maupun tidak disamak. Ini adalah jenis kulit hewan yang halal dimakan dan telah disembelih. Contoh : Domba, sapi, Ikan.

Kedua, kulit hewan yang bisa menjadi suci setelah disamak. Ini adalah hewan yang halal tapi mati tanpa disembelih alias bangkai.

Ketiga, kulit hewan yang tidak bisa menjadi suci, baik setelah disamak ataupun sebelum disamak, hukumnya mutlak najis menurut Islam. Ini adalah jenis kulit hewan yang tidak halal dimakan maupun dimanfaatkan, seperti babi dan anjing.

 

Sedangkan kulit ular dan buaya? Sekalipun haram untuk dikonsumi, karena ‘illat hukumnya adalah binatang buas, akan tetapi ia dianggap tetap suci. 

 

Sebagian Ulama ada yang membolehkan memanfaat kulit ular/buaya yang sudah disamak, merujuk 2 hadits berikut,

 

1. Hadits Abdullah bin Abbas

Suatu ketika Abdullah bin Al-Abbas memberikan sedekah berupa seekor kambing kepada seorang miskin, sahaya Maimunah. Namun tidak berapa lama kambing itu mati jadi bangkai. Ketika Nabi SAW lewat di tengah mereka, beliau SAW menyarankan untuk menguliti kambing itu dan memanfaatkan kulitnya.

هَلاَّ أَخَذْتُمْ إِهَابَهَا فَدَبَغْتُمُوهُ فَانْتَفَعْتُمْ بِهِ ؟ فَقَالُوا : إِنَّهَا مَيْتَةٌ ، فَقَال : إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا

Kenapa tidak kalian gunakan kulitnya dengan menyamaknya hingga bisa dimanfaatkan? Mereka menjawab,"Kami mengira bangkai". Beliau SAW berkata,"Yang diharamkan adalah memakannya". (HR. Bukhari Muslim)

 

2. Hadits Salamah bin Muhabbiq

Salamah bin Muhabbiq meriwayatkan bahwa Nabi SAW pada perang Tabuk meminta air kepada seorang wanita. Wanita itu menjawab bahwa dia tidak punya air kecuali yang disimpan dalam kantung terbuat dari kulit bangkai.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa kulit itu sudah disamak sebelumnya, dan wanita itu membenarkan. Maka beliau SAW bersabda :

فَإِنَّ دِبَاغَهَا ذَكَاتُهَا

Sesungguhnya penyamakan itu merupakan pensuciannya. (HR. An-Nasa'i).

 

Namun sebagian ulama berpendapat bahwa ke dua hadits tersebut merujuk pada bangkai hewan yang halal dimakan. Jadi, hal tersebut perlu kehati-hatian karena adanya perbedaan pendapat dikalangan ulama.

Wallahu a'lam bishshawab,

wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Direvisi oleh Zulfa M. 15 Oktober 2018



Komentar Artikel "Hukum Memakai Tas Dompet Kulit Ular Buaya Menurut Islam"