Hukum Memakai Tas, Dompet, Jaket, Dan Sepatu Dari Kulit Ular Buaya Harimau

1 bulan yang lalu    
Hukum Memakai Tas, Dompet, Jaket, Dan Sepatu Dari Kulit Ular Buaya Harimau

Hukum kulit harimau, ular dan buaya dan hewan-hewan lain baik yang dagingnya bisa dimakan atau tidak boleh dimakan adalah suci dan karena itu boleh dipakai dengan syarat apabila sudah disamak.

Kalau tidak disamak hukumnya najis. Yang tetap najis walaupun disamak hanyalah kulit babi dan anjing. Rasulullah bersabda dalam hadits sahih riwayat Muslim:


إذا دبغ الإهاب فقد طهر


Artinya: Apabila kulit hewan sudah disamak, maka ia suci.

Dalam menjelaskan hadits ini Imam Syafi'i dalam Al-Umm, hlm. 1/23, menyatakan:


فيتوضأ في جلود الميتة كلها إذا دبغت وجلود ما لا يؤكل لحمه من السباع قياسا عليها إلا جلد الكلب ، والخنزير فإنه لا يطهر بالدباغ ; لأن النجاسة فيهما وهما حيان قائمة ، وإنما يطهر بالدباغ ما لم يكن نجسا حيا 


Artinya: Boleh berwudhu dari semua wadah kulit bangkai apabila sudah disamak termasuk kulit binatang buas yang dagingnya tidak boleh dimakan (juga suci). Ini dianalogikan pada kulit binatang yang boleh dimakan kecuali kulit anjing dan babi di mana kulit keduanya tidak bisa suci walaupun disamak karena kulit keduanya najis saat hewan ini hidup. Yang bisa suci dengan disamak adalah yang kulitnya tidak najis saat masih hidup.


LALU BAGAIMANA DENGAN HUKUM MEMAKAI BULU KULIT BINATANG?

Perlu diketahui bahwa bulu kulit binatang yang mati tanpa disembelih hukumnya najis walaupun disamak. Oleh karena itu, harus dipastikan bahwa kulit harimau yang digunakan selain sudah disamak juga harus tidak ada bulu yang melekat atau tersisa.

Imam Syafi'i dalam Al-Umm, hlm. 1/23, menyatakan


وإن تمعط شعره فإن شعره نجس ، فإذا دبغ وترك عليه شعره فماس الماء شعره نجس الماء ، وإن كان الماء في باطنه وكان شعره ظاهرا لم ينجس الماء إذا لم يماس شعره ، فأما جلد كل ذكي يؤكل لحمه فلا بأس أن يشرب ويتوضأ فيه إن لم يدبغ ; لأن طهارة الذكاة وقعت عليه فإذا طهر الإهاب صلي فيه وصلي عليه ، وجلود ذوات الأرواح السباع وغيرها مما لا يؤكل لحمه سواء ذكيه وميته ; لأن الذكاة لا تحلها فإذا دبغت كلها طهرت ; لأنها في معاني جلود الميتة إلا جلد الكلب والخنزير فإنهما لا يطهران بحال أبدا 


Artinya: Apabila bulunya berguguran maka hukumnya najis. Apabila kulit hewan disamak dan bulunya dibiarkan lalu menyentuh air maka airnya menjadi najis. Apabila air di dalamnya kulit sedangkan airnya di luar maka itu tidak menajiskan air apabila air tidak menyentuh bulu. Adapun kulit hewan yang disembelih secara syar'i yang boleh dimakan dagingnya maka boleh meminum air atau berwudhu (dari wadah yang terbuat darinya) walaupun tidak disamak. Karena sucinya sembelihan itu berlaku juga pada kulit. Apabila kulit hewan itu suci maka boleh dipakai shalat atau dijadikan tempat shalat. Sedangkan kulit binatang buas dan hewan apapun yang tidak bisa dimakan dagingnya hukumnya sama baik disembelih syar'i atau tidak karena adanya sembelihan tidak membuatnya halal (namun) kalau kulitnya disamak maka semuanya menjadi suci karena sama dengan kulit bangkai kecuali kulit anjing dan babi karena keduanya tidak bisa suci dalam keadaan apapun.

 

Sumber : Konsultasi Syariah

 



Artikel Terkait



Komentar Artikel "Hukum Memakai Tas, Dompet, Jaket, Dan Sepatu Dari Kulit Ular Buaya Harimau"